PENERBANGAN UMRAH TERDAMPAK AKTIVITAS ANAK KRAKATAU

Kategori : Umrah, Haji, Ditulis pada : 08 September 2026, 15:18:37

Sultan Hafizh | Jakarta, 8 September 2026

DAMPAK ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU PADA AKTIVITAS UMRAH

Sejak Jum’at 4 September 2026 pukul 23.07 WIB abu vulkanik dari erupsi Gunung anak Krakatau terus meluap hingga berakhir pada hari Minggu 6 September 2026 pada pukul 00.04 WIB.[1]

Adapun dampak erupsi dari Gunung Anak Krakatau menghasilkan abu vulkanik yang menyebar hingga ke beberapa Wilayah dari pulau Jawa khususnya wilayah JABODETABEK. Dampak dari abu vulkanik ini juka berimbas kepada berbagai akses ekonomi khususnya kepada penerbangan domestik dan internasional.

Dilansir dari CNN Indonesia sejumlah penerbangan di beberapa bandara Indonesia dibatalkan sejak 6 September 2026 sampai dengan 7 September 2026 akibat dari erupsi gunung anak Krakatau yang memicu penyebaran abu vulkanik.[2]

Kejadian ini juga memberikan pengaruh besar terhadap proses berjalannya kegiatan Umrah, karena dampak dari penyebaran abu vulkanik yang diakibatkan oleh Gunung Anak Krakatau ini mengakibatkan beberapa Perjalanan – Kepulangan jama’ah Umrah menjadi terhambat, bahkan beberapa maskapai membatalkan keberangkatan.

Oleh karena ini Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan, pelayanan, dan perlindungan jemaah umrah menyusul dampak abu vulkanik Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sejak 6 September 2026. PPIU diminta mengutamakan keselamatan jemaah, memberikan informasi penerbangan secara jelas, serta memastikan kebutuhan jemaah tetap terpenuhi jika terjadi penundaan, pembatalan, atau perubahan rute.

2.png
Gambar Oleh Ari Hasan dari Arsytour.id

Kemenhaj juga mengimbau PPIU tidak memaksakan keberangkatan sebelum ada kepastian dari maskapai dan otoritas penerbangan. Jemaah yang masih berada di Indonesia, negara transit, maupun Arab Saudi harus tetap mendapatkan pendampingan, akomodasi, konsumsi, dan transportasi hingga perjalanan dapat dilanjutkan. Selain itu, PPIU diminta aktif berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, serta instansi terkait dan menyediakan kanal komunikasi yang mudah diakses jemaah maupun keluarga. Kemenhaj memastikan situasi akan terus dipantau dengan fokus pada keselamatan, pelayanan, informasi, dan perlindungan jemaah.[3]

3.pngGambar Oleh Ari Hasan dari Arsytour.id

 

Sumber:

[1] Detik News, "Erupsi Menerus Anak Krakatau Berakhir Usai 25 Jam, Ganti Letusan Strombolian", https://news.detik.com/berita/d-8651870/erupsi-menerus-anak-krakatau-berakhir-usai-25-jam-ganti-letusan-strombolian, 8 September 2026.

[2] CNN Indonesia, "Pakar Ungkap Alasan Abu Vulkanik Bahaya Bagi Penerbangan", https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260907095101-199-1400880/kenapa-pesawat-tidak-bisa-terbang-karena-abu-vulkanik-ini-kata-pakar, 8 September 2026.

[3] Kementerian Haji dan Umrah, “Penerbangan Umrah Terdampak Aktivitas Anak Krakatau, Kemenhaj Minta Jemaah Tetap Tenang dan Pastikan Perlindungan Jemaah”, https://haji.go.id/berita/penerbangan-umrah-terdampak-aktivitas-anak-krakatau-kemenhaj-minta-jemaah-tetap-tenang-dan-pastikan-perlindungan-jemaah-1788746570576,  8 September 2026.

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id